Pendekatan Pembelajaran: Jenis Reinforcement dalam Pembelajaran

(THSumantri.Blogspot.Com) Reinforcement adalah semua peristiwa yang terjadi dalam rentangan waktu yang terdekat untuk meningkatkan kecenderungan pengulangan respon yang telah dilakukan.

Secara umum reinforcement ada dua macam (Moh. Uzer Usman, 1994: 83), yaitu :

a. Reinforcement positif
Reinforcement positif merupakan prosedur memperkuat perilaku dimana respon diikuti oleh penyajian atau peningkatan intensitas stimulus yang memperkuat perilaku.

b. Reinforcement negatif
Reinforcement negatif merupakan prosedur memperkuat perilaku dimana respon diikuti oleh penghilangan, penundaan  atau pengurangan intensitas sebuah stimulus yang tidak menyenangkan.

Penggunaan reinforcement positif dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga siswa dapat berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan penggunaan reinforcement negatif dalam pembelajaran dapat menurunkan motivasi belajar siswa, sehingga kondisi kelas menjadi kurang kondusif. Guru hendaknya menggunakan sisipan reinforcement positif dalam pembelajaran, agar siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Reinforcement diberikan dengan berbagai pertimbangan, yaitu tepat sasaran, tepat waktu dan tempat, tepat isi, tepat cara, dan tepat orang yang memberikannya.

Pemberian reinforcement ada dua macam (Moh. Uzer Usman, 1994: 82), yaitu:

1) Reinforcement (penguatan) verbal
Reinforcement ini biasanya diungkapkan dengan menggunakan kata–kata pujian, penghargaan, persetujuan dan sebagainya.

2) Reinforcement (penguatan) non verbal
Reinforcement ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :

a) Reinforcement gerak isyarat, misalnya anggukan, senyuman, acungan jempol, wajah cerah, dan masih banyak yang lainnya.
b) Reinforcement pendekatan.
c) Reinforcement dengan sentuhan.

Pemilihan jenis dan teknik pemberian sisipan reinforcement yang tepat dalam pembelajaran sangat penting. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan guru untuk memilih dan merancang teknik pemberian sisipan reinforcement agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Sisipan reinforcement yang digunakan dalam penelitian ini adalah pujian, penghargaan, dan cerita motivasi.

Daftar Pustaka:
[1] Moh. Uzer Usman. 1994. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.



Share on: Facebook Twitter Google+

0 Response to "Pendekatan Pembelajaran: Jenis Reinforcement dalam Pembelajaran"

Post a Comment

Back To Top